sutaryono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

JUDUL : MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBUATAN RPP KELAS RENDAH KURIKULUM KTSP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SDN 48 BENGKALIS KECAMATAN BENGKALIS TAHUN 2017/2018

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian

BAB. II LANDASAN TEORI

A. Pengertian Kemampuan Guru Atau Kompetensi Guru

B. Pengertian Rpp

C. Pengertian Kelas Rendah

D. Pengetian Kurikulum KTSP

E. Pengertian Supervisi Akademik

BAB.III METODOLOGI PENELITIAN

A. Setting penelitian

Lokas dan waktu penelitian

B. Prosedur penelitian

C. Pengumpulan data

BAB. IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Selintas Tentang Setting

B. Pelaksanaan Tindakan

Siklus I

Perencanaan

Pelaksanaan

Pengamatan

Refleksi

Siklus I

Perencanaan

Pelaksanaan

Pengamatan

Refleksi

C. Analisis Data Temuan Penelitian

D. Pembahasan

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran Dan Tindak Lanjut

DAFTAR PUSTAKA

.................................

................................

..........................

........................................

...................................

...................................

BAB I

PENDAHULIUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sekolah merupakan tempat para siswa dan guru melaksanakan proses pendidikan. Pendidikan merupakan sarana pokok yang harus dilaksanakan demi mencapai cita –cita bangsa dan negara. Tanpa pendidikan suatu negara akan cepat mengalami kemunduran. Oleh karena itu para tokoh kebangsan telah jauh jauh hari memikirkan hal ini. Terbukti dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke tiga “ dan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa maka rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya”.

Pada pelaksanaan pembelajaran di sekolah guru dan siswa bahkan kepala sekolah sendiri banyak mengalami kendala dalam melaksanakan program pembelajaran maupun program kegiatan sekolah. Kepala sekolah sebagai manajer di sekolah memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam memajukan pendidikan di sekolahnya. Seorang menejer harus mampu memberikan teladan , petunjuk dan mengayomi untuk semuja gurunya tanpa pandang bulu.

Salah satu tugas kepala sekolah adalah melakukan supervisi akademik. Supervisi ini dilakukan dalam upaya peningkatan kompetensi guru dalam perencanaan,pelaksanaan dan tindak lanjut yang haruus dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kualitas siswanya.

Sekolah Dasar Negri 48 Bengkalis adalah salah satu sekolah yang terletak diujung pulau Bengkalis berjarak 80 km, tentunya juga melaksanakan kegiataan dan proses pembelajaran seperti sekolah –sekolah lainnya.

Pada taggal 10 april 2018 kepala sekolah melaksanakan supervisi ke kelas satu dan kelas dua. Dalam supervisi ini ditemukan hal hal yang mendasar yang harus segera ditangani karena jika dibiarkan akan mempengaruhi kualitas guru dan siswa SDN 48 Bengkalis. Dalam supervisi ditemukan data tentang pembuatan rpp yang belum sesuai dengan petunjuk kurikulum KTSP khususnya untuk kelas rendah pada rpp tidak tercantum tujuan pembelajaran dan tidak tercantum tema karena guru mungkin tidak tahu dan mungkin langsung mengambil dari sumber yang kurang tepat. Ditemukan juga guru yang mengajar belum menggunakan perencanaan waktu sesuai dengan jadwal kalender pendidikan sehingga ditanya sekarang pertemuan keberapa atau kd apa maka jawabannya tidak tepat .

Dari data tersebut kepala sekolah merasa perlu melakukan tindakan penelitian sekolah agar tidak terlanjur terjadi kesalahan demi kesalahan sehingga mempengaruhi nilai dan kualitas pembelajaran di SDN 48 Bengkalis.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang t ersebut diatas maka peneliti akan merumuskan masalah sebagai berikut;

“ Bagaimana meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan RPP kelas rendah KTSP di SDN 48 Bengkalis melalui supervisi akademik tahun ajaran 2017/2018?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut;

Mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik pada guru kelas rendah SDN 48 Bengkalis tentang pembuatan RPP sesuai dengan petunjuk kurikulum KTSP dan peningkatan hasil belajar siswa.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat bagi siswa

Meningkatkan hasil belajar siswa

Meningkatkan pemahaman siswa

2. Manfaat bagi guru

Meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan rpp

Meningkatkan kemampuan guru dalam penyampaian pelajaran

Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisa tujuan pembelajaran sesuai dengan tema

3. Manfaat bagi kepala sekolah

Meningkatkan kemampuan supervisi kepala sekolah

Meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam memberikan penilaian kepada guru

Meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam membimbing guru dalam pembuatan rpp kelas rendah

4. Manfaat bagi sekolah

Sebagai pedoman bagi para guru dalam pembuatan rpp kelas rendah

Memberikan wawasan bagi kepala sekolah dan guru dalam pembelajaran

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian kompetensi guru

Kompetensi guru adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru yang sudah ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan peraturan pemerintah Salah satu kompetensi guru adalah guru memiliki kompetensi kepribadian ,dimana guru harus memiliki pribadi yang baik, yang sehat jasmani dan rohani, dan pribadi yang tangguh menjadi contoh teladan bagi para siswanya. Begitu juga kompetensi paedagogik artinya guru harus memiliki ilmu mendidik membimbuing siswa ke pada karakter yang baik. Adalagi kompetensi profesional artinya guru harus memiliki kemampuan yang baik sesuai dengan profesinya.

B. Pengertian rpp

Rpp adalah rencana pelaksanaan pembelajaran. Artinya seorang guru harus membuat rpp sebelum mengajar. Persiapan sangat dibutuhkan oleh guru sebelaum mengajar, apa jadinya jika guru merngajar tanpa membuat rpp, jelas apa yang disampaikan dalam mengajar akan menyimpang atau akan berubah arah sebab dalam rpn.p tersebut terdapat beberapa bagian penting diantaranya identitas , standar kompetensi , kompetensi dasar, indikator , tujuan pembelajaran, waktu, metode, alat peraga materi pokok, dan ada lagi proses pembelajaran terdiri dari pembukaan inti dan penutup. Dan diakhiri dengan kesimpulan dan evaluasi pembelajaran lengkap dengan soal dan skor nilai. Rpp ini dibuat dan disusun sesuai dengan kebutuhan siswa. Rpp juga disusun sesuai dengan waktu ,berdasarkan kalender pendidikan. Rpp disusun dengan memperhatikan karakteristik siswa, siswa kelas rendah memiliki materi yang sudah di tentukan dengan melihat kompetensi dasar yang ada jangan kompetensi dasar kelas tinggi dipakai untuk rpp kelas rendah maka ini tidak akan cocok.

C. Pengertian kelas rendah

Disekolah dasar terdiri dari enam kelas, kelas satru sampai kelas enam. Dalam kurikulum 2016 KTSP, biasanya selalu disebut dengan kelas rendah dan kelas tinggi. Hal ini kita dengar dalam banyak pelatihan seperti di LPMP. Dalam pelatihan di LPMP tersebut untuk memudahkan pembagian tutor atau insgruktur dalam pemberian materi selalu di kelompokkan dalam kelas rendah dan kelas tinggi , kelas rendah yaitu kelas satu,dua dan tiga sedangkan kelas tinggi yaitu kelas tiga empat dan lima.

Dalam KTSP kelas rendah menggunakan pendekatan tematik sedangkan untuk kelas tinggi menggunakan pendekatan mata pelajaran. Peneliti dalam meneliti menggunakan pendekatan tematik, karena subjek dari penelitiannya adalah kelas rendah dengan meneliti para guru kelas rendah dalam pembuatan RPP (rencana pelaksanaan pembel;ajaran).

D. Pengertian KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan )

Kurikulum menurut undang –undang nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 19 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaran kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (dalam kumpulan modul bahan pembelajaran diklat calon kepala sekolah kementrian pendidkan dan kebudayan lp2ks solo, 2017 )

KTSP adalah kurilkulum yang dilakasanakan oleh satuan pendidikan , yang program kegiatannya disusun oleh satuan pendiddikan tersebut dengan melibatkan semua stakholder dan semua kompetensi yang ada dalam sekolah dan masyarakat. Dalam KTSP Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu kepada standar Nasional Pendidikan, kerangka dasar, struktur kurikulum dan pedoman implementasi kurikulum.

E. Pengertian supervisi akademik

Menurut Glickman (2007) ( dalam kumpulan modul bahan pembelajaran diklat calon kepala sekolah kementrian pendidikan dan kebudayaan lp2ks solo ,2017) supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses belajar mengajar demi pencapaian tujuan pengajaran. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru –guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujun pengajaran, (menurut Daresh dalam kumpulan modul bahan pembelajaran diklat calon kepala sekolah kementrian pendidikan dan kebudayan lp2 ks solo,2017) dengan demikian esensi dari supervisi akademik bukan menilai kinerja guru dalam mengelola proses belajar mengajar melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya.

Supervisi akademik yag dilakukan oleh kepala sekolah selama ini hanya sebatas menjalankan tugas atau kewenangannya , belum menjadi kebutuhan atau permintaan dari guru. Sebagaimana seharusnya sesuai konsep supervisi diharapkan kedepannya para gurulah yang merasakan kekurangan dalam pembelajaran dan secara aktif meminta kepala sekolah untuk disupervisi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali